Simjakon Kontraktor
Simjakon Konsultan
Simjakon Profesi
 
Regulasi dan Produk
Surat Keterangan 2008
Pengaduan
Galeri Foto
Store
Buku Tamu
Info Lelang
 
 Mencari Berita Lainnya?

Rabu, 04 Nopember 2015
Pembukaan Konstruksi Indonesia dalam IIW 2015 di Jakarta Convention Center

Rabu, 04 Nopember 2015
Sekilas tentang Mass Rapid Transport (MRT), Light Rail Transit (LRT)

Kamis, 15 Oktober 2015
Rapat Pengurus LPJK Nasional Di Balai Krida, Membahas Hasil Pokja RUUJK dan Perpres 39/2014

Sabtu, 31 Oktober 2015
Menteri PUPERA: Membangun Waduk Menegakkan Kedaulatan Air dan Pangan

Rabu, 05 Agustus 2015
Rapat Lanjutan Pengurus LPJK di Grha LPJKN

 
 
 
Rabu, 04 Nopember 2015
Sekilas tentang Mass Rapid Transport (MRT), Light Rail Transit (LRT)

  1. MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta atau Moda Raya Terpadu Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat yang sedang dibangun di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai dan dapat beroperasi pada tahun 2018.


Sumber foto: thejakartapost.com
Jalur MRT Jakarta akan membentang kurang lebih sepanjang 10,8 km yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus - Kampung Bandan) sepanjang 23.8 km dan Koridor Timur – Barat  sepanjang  87 km.

  1. Koridor Selatan – Utara (23.8 km)

    Koridor Selatan-Utara merupakan jalur yang pertama dibangun. Jalur ini akan menghubungkan Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Sedangkan pengerjaan jalur koridor Selatan- Utara ini dibagi menjadi 2 (dua) tahap pembangunan, yaitu:

    • Tahap I sepanjang 15,7 km (Lebak Bulus - Bundaran Hotel Indonesia)

      Tahap I yang dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proses pembangunannya sudah dimulai sejak 10 Oktober 2013 dan rencananya akan dioperasikan mulai tahun 2018.
      Pelaksanaan Pengeboran Terowongan Bawah Tanah Tahap I
      Pada tahap I jalur Selatan – Utara yang terdiri dari jalur layang dan jalur bawah tanah yang berupa terowongan, pelaksanaan pengeboran terowongan dengan alat bor raksasa yang disebut dengan Tunnel Boring Machine (TBM), mulai dilaksanakan pada tanggal 22 September 2015 setelah diresmikan pelaksanaannya oleh Presiden Republik Indonesia. Pengeboran terowongan ini dimulai pelaksanaannya dari Stasiun Bundaran Senayan Jakarta Selatan sampai dengan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat sepanjang 6,81 km.

    • Tahap II sepanjang 8,1 km (Bundaran HI - Kampung Bandan)

      Studi kelayakan untuk tahap II ini sudah selesai dilaksanakan, pelaksanaan pembangunan tahap II akan melanjutkan Tahap I jalur Selatan - Utara dengan rute dari Bundaran HI sampai dengan Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. Pembangunan Tahap II akan mulai dibangun setelah tahap I beroperasi dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2020.


  2. Koridor Barat – Timur (87 km)

    Jalur Barat - Timur saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan, adapun jalur ini ditargetkan beroperasi paling lambat pada 2024 - 2027.


  1. LRT Jakarta, singkatan dari Light Rail Transit adalah sebuah sistem transportasi Kereta Rel Ringan yang menjadi alternatif moda transpotasi cepat terpadu. LRT tergolong dalam kereta ringan tanpa masinis dan merupakan moda transportasi masal yang cocok dioperasikan di daerah perkotaan yang juga sedang dilaksanakan pembangunannya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

    ‘Groundbreaking’ kereta rel ringan (light rail transit/LRT) dilaksanakan hari Rabu 10 September 2015, PT Adhi Karya, yang mendapatkan penugasan membangun proyek LRT pertama ini. Sebagian besar rute dari proyek ini bakal dibangun menyusuri jalan tol milik PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Dari rute fase I A, setidaknya ada beberapa stasiun yang dibangun melayang atau elevated.





    Sumber foto: Jakarta LRT, Adriansyah Yasin

    Pembangunan LRT terdiri atas 2 tahap dengan total panjang 83,6 km, masing-masing terdiri dari 3 lintasan pelayanan, yakni:

    1. Tahap I meliputi lintas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas dengan 18 stasiun dan panjang lintasan mencapai 42,1 km.
      Fase pertama atau yang disebut I A akan membentang dari Cibubur hingga Dukuh Atas sepanjang 24,2 km. Sedangkan fase kedua yakni I B akan dibangun dari Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang ‎17,9 km. Untuk fase pertama, ditargetkan bakal mulai beroperasi pada tahun 2018.

    2. Tahap II lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang lintasan 41,5 km.
      Lintas pelayanan LRT tahap II akan dimulai pada kuartal akhir 2016 dan berakhir pada 2018.



    Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi pada 2 September 2015. Di dalam Perpres ini, disebutkan pengadaan LRT terdiri dari beberapa lintas pelayanan, yaitu:

    1. Yang pertama, lintas pelayanan Cawang-Cibubur.
    2. Kedua, lintas pelayanan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.
    3. Kemudian ketiga, lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur.
    4. Keempat lintas pelayanan Dukuh Atas-Palmerah-Senayan.
    5. Kelima, lintas pelayanan Cibubur-Bogor.
    6. Keenam adalah lintas pelayanan Palmerah-Bogor.
  1. Hal-hal yang berkaitan dengan MRT dan LRT

    1. Diskripsi tentang  MRT JAKARTA

      • Alinyemen vertikal sebagian di bawah tanah dan sebagian melayang
      • Jarak antar stasiun = 1 km
      • Kapasitas sistem = 40.000 penumpang per jam per arah
      • Panjang platform = 140 m
      • Jarak antar rel = 1.435 mm (standard)
      • Pengumpulan energi = 1.500 Volt DC)
      • Kecepatan maksimum = 80 km/jam
      • Kecepatan rata-rata = 35 km/jam
      • Formasi = 6 gerbong/rangkaian
      • Dimensi gerbong: panjang 23 m dan lebar = 3,2 m
      • Kapasitas angkut = 2.100 penumpang per rangkaian kereta
      • Selang waktu kedatangan antar kereta = 2 - 5 menit (jam sibuk)
      • Waktu operasi = 18 jam (06.00 - 24.00).

    2. Diskripsi tentang  LRT JAKARTA


      • Panjang train set: 51.600 mm (3 cars) dan 103.200 mm (6 cars)
      • Lebar: 2.650 mm
      • Tinggi dari kepala rel: 3.600mm (±5%)
      • Lebar track: 1.067 mm
      • Axe load: Max 12.0 ton
      • Total berat Max: 144 ton per train set
      • Kapasitas: 74 (duduk) dan 320 (berdiri) 6 (flip seat)
      • Headway: Initial 4 menit, ultimate 2 menit
      • Signaling
        • Teknologi: CBTC
        • Sistem Keselamatan ATO & ATP
        • Lokasi OCC: Cibubur
        • Komunikasi: Fiber Optic


  2. Perbandingan MRT dengan LRT
    1. Sama seperti LRT, MRT juga merupakan kereta yang dioperasikan secara otomatis tanpa harus dijalankan oleh masinis. (dijalankan melalui pusat kendali)
    2. MRT biasanya mampu melaju hingga kecepatan 100 km/jam.
    3. Untuk LRT kecepatan operasinya mencapai 60-80 km per jam dan kelistrikannya 1.500 V
    4. Mengingat dimensi gerbong MRT yang cukup besar, Lebar gerbong sekitar 3,2-3,5 meter, sehingga MRT memiliki radius putar lebih lebar dibanding LRT.
    5. Dengan dimensi yang relatif kecil, LRT memiliki keunggulan pada radius putarnya yang hanya 20-30 meter, jauh lebih kecil dari KRL atau MRT. Karena dengan radius putar yang relatif kecil LRT cocok dengan kondisi Jakarta yang memiliki banyak gedung tinggi.
    6. Biasanya kereta yang akan digunakan oleh MRT adalah rangkaian kereta yang terdiri dari maksimal enam kereta.
    7. LRT di Jakarta merupakan rangkaian kereta yang terdiri dari maksimal tiga kereta. Setiap rangkaian kereta dapat mengangkut 628 orang penumpang.

 

/wiryawan



 

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional
National Construction Services Development Board

Grha LPJK Nasional, Jl. Alteri Pondok Indah no. 82 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12160  Telp. +62-21-7231556, +62-21-7230827, +62-21-7234482  Fax. +62-21-7396974
Website : http://www.lpjk.org Email : lpjkn@lpjk.org

Copyrights © 2012 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) All Rights Reserved.